Cara Melakukan Riset Kata Kunci (Keyword) Untuk Optimasi Situs Anda

Cara melakukan Riset Kata Kunci

TRIKindo.comDalam melakukan optimasi SEO, melakukan riset kata kunci adalah sesuatu yang harus dilakukan. Pasalnya pada tahap ini, anda bisa mengetahui seberapa ketat tingkat persaingan keyword tersebut.

Apalagi bila anda adalah seorang pebisnis yang memiliki website toko online, riset keyword penting dilakukan untuk mengetahui apa yang biasa diketik orang awam ketika mencari suatu produk di search engine.

Cara riset keyword 2018 bukan sekedar mencari keyword dengan persaingan yang rendah saja. Tetapi juga diikuti dengan pencarian yang tinggi.

Sekarang coba pikirkan, ketika anda membuat sebuah artikel dengan keyword persaingan low (rendah) tetapi ketika konten tersebut sudah diterbitkan tidak ada yang mencarinya. Tentu apa yang anda lakukan menjadi sia-sia.


Tak hanya itu saja, melakukan riset kata kunci juga dapat dilakukan untuk mengetahui keyword LSI ataupun keyword turunan yang bisa dimasukkan ke dalam artikel.

Jelas hal ini merupakan sesuatu yang sangat menguntungkan. Selain dapat memperbanyak kosa kata, penggunaan LSI keyword dan kata kunci turunan dapat menghindari konten dari keyword sendiri yang berlebihan. (Belum tau keyword density? Berikut adalah penjelasannya)

Cara mencari keyword turunan dan keyword LSI bisa dilakukan dengan dua cara. Yang pertama menggunakan tools (lsigraph, keywordlsi, dsb) dan juga bisa memanfaatkan google suggestions tools yang ada di bawah pencarian google.

Cara Riset Keyword Pencarian Tinggi dengan Persaingan Rendah

Untuk melakukan riset kata kunci, kamu memerlukan beberapa amunisi diantaranya sebagai berikut :

1. Keyword Utama
2. Alat Riset Kata Kunci
3. Keyword LSI

Apa kegunaan ketiganya? Berikut adalah penjelasannya :

1. Keyword Utama

Keyword utama merupakan kata kunci dasar yang nantinya bakal anda research lebih jauh mengenai tingkat persaingannya, volume pencariannya, hingga keyword turunannya.

Pastikan keyword yang ditargetkan masih berhubungan dengan niche blog yang anda miliki. Misal kesehatan, maka jangan jauh-jauh dari tema tersebut :

Contoh : cara mengobati diare, bahaya begadang, manfaat lidah buaya bagi kesehatan, dsb.

Keyword utama ini dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu keyword abadi dan keyword musiman. Apa perbedaannya?


  • Keyword Abadi
Kata kunci ini pasti selalu dicari oleh siapapun walaupun telah berganti hari dan musim dan selamanya selalu akan dicari. 

Riset keyword abadi sangat cocok dilakukan bagi anda yang menginginkan visitor  dengan grafik yang stabil atau meningkat. 

Karena yang pasti visitor selalu ada karena judul artikel yang dibuat memiliki volume pencarian yang tinggi.


  • Keyword Musiman
Dari keyword ini memang bisa mendatangkan trafik tinggi yang sangat signifikan. Namun biasanya hanya beberapa hari/Minggu. Hal ini dikarena keyword-keyword tersebut hanya di cari pada saat tertentu saja.

Contohnya saja kata kunci : "gempa bumi di Palu". Kw tersebut hanya akan terjadi ketika gempa terjadi hingga evakuasi korban, setelah semuanya kembali normal maka sudah tidak ada lagi yang mencarinya.

Tipe ini sangat cocok digunakan pada website atau blog yang berniche viral atau berita.

2. Alat Riset Kata Kunci

Setelah menentukan keyword utama, langkah selanjutnya anda lakukan riset kw utama tersebut untuk mengetahui tingkat persaingan dan volume pencariannya.

Banyak tools yang bisa digunakan, baik free seperti ubbersugest atau yang berbayar seperti ahrefs. Untuk percobaan, silahkan anda coba yang gratis terlebih dahulu. Bagaimana caranya?

  • Login terlebih dahulu ke ubbersugest.io
  • Kemudian masukkan keyword utama. (Contoh : manfaat buah ceri)
  • Selanjutnya pada bagian negara, ganti dengan Indonesia
  • Terakhir klik "search"

Sekarang anda coba perhatikan baik-baik hasil riset diatas. Dari hasil tersebut bisa kita dapatkan :

Yang pertama, kata kunci "manfaat buah ceri" memiliki volume pencarian sekitar 1300/month. Menurut neipteil masih tergolong kecil. Tetapi menurut saya itu sudah cukup banyak.

Yang kedua, tingkat persaingan yang terbilang cukup mudah. Bisa dilihat dari skor "SEO difficulty" dengan skor rendah dan berwarna hijau. Bila semakin tinggi angkanya, maka menandakan tingkat persaingannya semakin ketat.

Tak hanya itu saja, anda juga bisa memanfaatkan tabel keyword ideas yang ada di bagian bawah. Semua kata kunci diatas boleh dimasukkan ke dalam artikel atau anda memilih salah satu dari kata kunci tersebut sebagai keyword utama.

3. Mencari LSI Keyword

Tak perlu saya jelaskan lagi mengenai LSI keyword, karena sudah pernah disinggung sebelumnya. Namun pemasangan KSI Keyword disarankan untuk menambah pembendaharaan kosa kata.

Untuk melakukan pencarian Keyword LSI, dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur google suggestions tools. Apa itu?

Google suggestions tools merupakan sebuah tools gratis yang diberikan secara gratis oleh google untuk membantu pengguna dalam mencari keyword yang masih berkaitan dengan konten yang dibuat.

Caranya cukup mudah, ketikkan kata kunci pada search engine google. Misal, "manfaat buah ceri" maka anda bisa melihat pada bagian bawah terdapat keterangan "penelusuran yang terkait dengan manfaat buah ceri" seperti pada gambar di bawah ini

Sebarkan keyword tersebut secara menyebar di dalam konten. Usahakan tidak saling berdekatan. Letakkan di awal, tengah, maupun akhir artikel. Selain itu anda dapat menaruh LSI Keyword ini pada bagian heading, subheading, atau minor heading.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Riset Keyword?


Pertama, dari kata kunci utama yang telah diriset buatlah sebuah judul artikel. Ada 2 tipe judul konten yang bisa anda buat :

1. Long Tail Keyword
2. Short Tail Keyword

Apa perbedaan keduanya? Long tail keyword dapat juga disebut kata kunci turunan dari keyword utama atau yang juga disebut short tail keyword.

Mana yang lebih baik dipakai? Untuk pemula disarankan memilih yang long tail karena memiliki tingkat persaingan yang relatif lebih rendah. Berbeda dengan short tail keyword dengan persaingan yang jauh lebih berat.

Contoh, keyword manfaat buah ceri dapat anda buat judul menjadi : "Manfaat Buah Ceri bagi Kesehatan Tubuh". Mudah bukan?

Langkah kedua dilanjutkan dengan membuat konten dengan memanfaatkan ide-ide anda dan juga memanfaatkan keyword turunan atau LSI yang tadi sudah dicari.

Dan yang paling penting buatlah konten yang berkualitas dengan menempatkan keyword utama, LSI, dan turunan yang tepat. Dimanakah sebaiknya menebarkan keyword-keyword tersebut?

Untuk keyword sudah pasti diletakkan pada judul artikel. Selain itu keyword tersebut juga sebaiknya ditaruh pada awal artikel tepatnya di paragraf pertama dan juga di akhir tulisan.

Sementara keyword LSI taruh saja di tengah konten dengan komposisi yang menyebar.  Tetapi hati-hati, pastikan anda tidak menempatkan sebuah keyword dalam jumlah berlebihan.

Penutup
Jangan sia-siakan riset keyword yang anda lakukan dengan membuat konten yang kurang berkualitas. Karena hal itu kembangkan kata kunci tersebut menjadi suatu konten berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi pembaca.

Kesulitan mendapatkan ide tulisan? Inilah solusinya.

Demikian penjelasan mengenai cara melakukan riset kata kunci sebagai salah satu optimasi SEO on page untuk situs anda, semoga bermanfaat.

0 Response to "Cara Melakukan Riset Kata Kunci (Keyword) Untuk Optimasi Situs Anda"

Post a Comment