Cerpen Horor Fantasy Part II By Farra

Pasti kalian nunggu lanjutannya yaa? Ini diaa lanjutannya

Happy reading❣

Lalu cahaya besar itu menarik kita semua dan tiba tiba suasana menjadi gelap entah karena apa. "Aku dimana? Kok bangunan ini sangat usang? Kok ini seperti ruang kelas 8A tetapi mengapa bangunannya sangat jelek?" Aku melihat kesekeliling dan menemukan kaori dan genki sedang terkapar dan sedikit ada luka lebam di wajah dan lengannya, entah karena apa mereka bisa begini. Dan kaori tiba tiba tersadar dari pingsannya, lalu diikuti dengan genki. "Nishimiya kita dimana? Kok bangunannya sama dengan kelas kita? Tetapi mengapa buruk sekali?" Kami semua bertanya tanya mengapa bisa begini, dan tiba tiba ada suara langkah kaki yang membuat kami semua terkejuddd1!1 sangat sangat terkejut dan kaget bukan main :v
"Hah itu suara apa? Apakah ada seseorang diluar?" Tanyanya genki dengan penuh kepanikan, Duarrrr tiba tiba ada seorang wanita mengerikan berambut panjang dan dengan muka berlumuran darah dengan bibir yang sobek "hah siapa dia siapa?!!!! Kita dimanaaaa???" Teriak kaori dan membuat semua menjadi ketakutan. Lalu sosok wanita mengerikan itu tiba tiba berkata "kalian harus sudah siap masuk ke dunia kami jika kalian memainkan mantra tersebut" mantra apa? Mantra? Kami hanya memainkan dan melakukan harapan saja untuk persahabatan kami. "Iyaa harapan yang kalian tulis adalah mantranya, dan kertas yang kalian tarik adalah jalan masuknya kalian kedunia kami, mau gak mau kalian harus sudah siap, jika kalian tidak siap kalian akan terjebak selamanya dan tersiksa selamanya didunia kami". Tetapi dengan apa kami harus siap? Dengan apa???. Lalu tiba tiba sebuah pisau terlempar dari arah wanita tersebut dan hampir mengenaiku. Lalu tiba tiba wanita tersebut pergi dan meninggalkan sebuah tulisan yang ada bercak darahnya, "Jika kalian ingin kembali kalian harus mencari potongan jari, semua potongan jari itu ada 5 dan pemilik potongan tersebut ada 5 mahkluk, dan kalian harus menghadapi mereka".

"Hah? Apaan ini? Aku yakin ini hanyalah mimpi belaka" cakapku yang masih kebingungan.

* * * * * * * * * *

"Hmm apakah ini sekolah kita? Sementara mengapa keadaannya seperti ini?" Tanyaku. "Entah aku tidak mengerti, seharusnya tadi kita tidak memainkan sebuah permainan bodoh tersebut, berkat aku kita semua menjadi begini, maafkan aku maafkann huhuhu" kaori pun menangis tersendu sendu. Tidak apa ini bukan salahmu, lagi pula kita tidak akan tahu akan terjadi begini. Nyriittt.... tiba tiba ada suara dernyitan yang membuat kami kaget, lalu tiba tiba ada hantaman keras yang menghantam tubuh kami bertiga. Ia sosok besar berekor panjang, ia pun berlumuran darah dan membanting tubuhku lalu dengan teman temanku. "Arrggggghhh sakit sekali... sakitt, siapa kau siapa? Beraninya kau!!" Teriaknya genki dan tak sontak langsung melawan sosok besar itu dan bergelud dengan sosok tersebut hingga berlumuran darah. "Genkiii!!!!! Jangan menyerah ayo kita lari dari sini ayo pergi, jangan lawan dia lagi, dia sangat kuat" teriakku dan membuat kami semua berlarian dan mencari pintu keluar. "Engkau tidak akan bisa lolos dari dunia penyiksaan ini hahaha"

Dan mahluk itu mencakar ku dan mengenai kakiku, lalu membantingku dengan rasa penuh amarah, entah salah kami dimana. Lalu mahluk itu meyiksa dan merobek isi perutnya genki hingga genki berteriak dan dia tidak bisa berteriak karena perutnya sobek dan isi perutnya keluar penuh darah! Bau anyir sangat terasa dan tak lama teman kami yang satu ini mati dalam keadaan mengenaskan, isi perut keluar di robek oleh mahluk jahanam tersebut, mahluk jahat dan menjijikan tersebut yang telah menghilangkan satu sahabat kami. Aku dan kaori hanya bisa menangis dan menahan rasa perih akibat perlakuan mahluk jahat tadi. Dan kaori menemukan potongan jari, dua potongan jari sekaligus, lalu kami ambil potongan tersebut dan lari mengejar mahluk jahat tersebut. "Ayok lempar kaori lemparr!!" Perintahku. Ini milikmu mahluk jahat, pergilah pergilah dan tenanglah di surga sana. Lalu akhirnya mahluk itu ngelebur menjadi asap dan menghilang.
Oke satu mahkluk sudah pergi, tinggal 4 mahluk lagi dan kita harus mencari potongan jarinya lagi "hah apa harus kita yang mencarinya? Kau gila kah? Kita hampir mati disini dan genki? Bagaimana dia, dia sudah mati!" Jawabku dengan nada tegas. "Bukan seperti itu kita harus mencari potongan jari tersebut dan memberikannya kepada mereka agar mereka bisa ke surga dan tidak terjebak disini lagi".
* * * * * * * * * * * *

"Hummm... aku tadi kenapa yaa?
Aku tadi pingsan ya? Apa cuma mimpi?" Lalu aku melihat sekeliling dan... "Aaaaaaaaaaaa!!!!! Ruang penyiksaannnn!!!! Kaoriii!!! Kaori bangun kaoriii!!! Kita akan di bunuh disini, huaaaa hiks hikss tolong lepaskan ikatan inii hiks hikss, kaori ayolah bangun hiks hiks" aku menangis tersendu sendu, bagaimana tidak? Aku bangun tiba tiba sudah di ruang penyiksaan bersama dengan tubuh manusia yang sudah tidak utuh dan mayat mayat manusia yang sudah bersimbah darah kering, di lengkapi dengan gergaji mesin, samurai dan benda tajam lainnya. Aku sangat takut sangat takut sekali, tetapi di samping kaori aku melihat sebuah 3potongan jari, tetapi aku susah ingin mengambilnyaa, susah sekali hanya kaori yang bisa mengapainya. Akhirnya kaori pun terbangun, lalu aku menyuruhnya ia mengambil potongan jari tersebut. Apa yang terjadi kita tidak bisa melepaskan ikatan ini ikatan mematikan ini, lalu ada sesosok gadis kecil dengan mata bolong dan jari kakinya tidak terlihat lalu membawa gergaji mesin, dannn...
Dengan sadisnya dia menarik rambut kaori "tidakk jangan bunuh aku tidakkk tidakkk" lalu kaori melemparkan potongan jari tersebut ke gadis kecil yang ingin menyiksanya tersebut, perlahan gadis kecil lugu namun berhati psikopat itu menghilang, lenyap dengan asap asapnya.
"Huhh untung saja aku memiliki potongan jarinya, ayok kita lepaskan diri dari ruang menjijikan ini"

Kami berjalan menuju toilet sekolah, lalu di dalam toilet tiba tiba aku mendengar suara tangis, dan aku membuka pintu tersebut dan ada seorang perempuan paruh baya yang menangis "kenapa engkau menangis?" "Aku mau kesurga tetapi tidak ada yang membantu ku, tolong aku hiks hiks"
Baiklah kami bisa membantumu, ini pasang potongan jari ini di jarimu.
"Terimakasih yaa terimakasih banyak, suatu saat aku akan mengingat jasa kalian di sana nanti, aku pamit yaa terus berjuang untuk membahagiakan roh yang ada disini yaa, terus berjuang untuk kehidupan kalian".

3 roh sudah tenang disurga, sekarang tinggal 2 roh lagi yang harus kita cari dan kita bantu membawanya kesurga.

"Ada seorang lelaki disana, mungkin dia membutuhkan potongan ini, ayo kita kesana!" Ajakku. "Sumimasen..."
Si si siapa kalian? Siapa kalian??
Apakah kalian tidak puas dengan penderitaan yang aku alami ini? Ucap pria berambut acak acakan itu. "Bukan seperti itu, kami disini terjebak juga, kami akan menenangkan para roh yang pernah terjebak disini juga, ini pasanglah potongan jari tersebut maka kamu akan tenang ke surga sana" jawabku.
"Terimakasih banyak yaa, semoga kalian bisa keluar dari sini" lalu sosok lelaki itupun lenyap bersama asap asapnya.

"Nishimiya, tugas kita hanya satu lagi, dan kita harus menenangkannya. Oiyaa perempuan tadi? Yang awalnya kita bertemu dia?" Ucapnya kaori kepadaku. "Ayo kita cari dia, agar kita smua bisa kembali!". Lalu tiba tiba perempuan itu datang dan memotong kepala kaori, teman ku teman yang pertama kali aku kenal di kota nagasaki ini. "Crackkkk...." bunyi perih yang dapat ku dengar dan rasakan memutuskan kepala kaori yang awalnya masih utuh, darahpun berceceran dan mengalir deras membasahi rok pendekku, sepatuku darah kesakitan itu melumuri dingin koridor yang membuat suasana semakin kumuh...
"Hahahaha ini rintangan terakhir yang harua kamu hadapi sendirian hahahaha engkau tidak akan bisa hahaha"
Lalu ku lemparkan potongan jari tersebut "aaaaaaaa!!! Aku masih mau menyiksa orang disini!!! Aaaaa kembalikan kembalikan aku disini!!!" Wanita itu menghilang dengan kepulan asap putih yang lebat....

* * * * * * * * * *

Hmmm... kepalaku kok serasa pusing yaa badanku juga pegal, aku di kelas?
Apakah ini sudah pagi?
Kelasnya tidak seburuk tadi, kelas ku inilah kelasku. Kaori dan genki pun terbangun dari tidurnya. Hmm kita masih hidup kan?
Iyaa kita masih hidup, jimatnya kemana?
Sudahlah buang saja jimat itu, dan jangan pernah memainkan permainan itu, biarkan harapan ada pada kita, biarkan kesolidaritasan ada pada kita bukan pada secarik kertas dan jimat. Aku bahagia memiliki kalian terimakasih kalian yang sudah mau menjadi sahabat aku...

End....

Terimakasih sudah mau membaca karya aku...

Salam dari farra fitriyani:)

0 Response to "Cerpen Horor Fantasy Part II By Farra"

Post a Comment